24 April 2012

- everyone is "egois" -

emang ndak bisa dipungkiri egois itu ndak bisa ilang dari dalam diri kita. Walaupun kita sudah mencoba mengalah tapi pasti akan muncul dengan sendirinya. Entah apa itu maksudnya. Mungkin karena ada rasa ingin diperhatikan, cari perhatian, ngalem, ga’ pengen kehilangan or.. hhhmmm.. just don’t know lah.. Tidak bisa dipungkiri jg kalau setiap orang pasti memiliki keegoisan, tapi setidaknya ingat tempat dan waktu lah yah -____-“

12 April 2012

Say No to Galau ...

Every step that you take
Could be your biggest mistake
It could bend or it could break
But that's the risk that you take

-What if by Coldplay-

Ndak ada yang salah dengan keputusan kita. Karena setiap keputusan ada resiko yang harus ditanggung. Even it is good or bad, just try it. Lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekalli.

03 April 2012

-- Just Sharing --

Pernah berfikir, kenapa orang- orang tega sekali memasukkan orang tuanya ke Panti Jompo? Kesannya jahat banget, padahal disetiap keputusan itu ada yang namanya alasan. Kita juga ga' pernah tau apa alasannya, yang pasti itu bisa jadi keputusan yang terbaik buat orang tua dan anaknya. Dan ini yang aku tau kenapa banyak orang memilih mengirimkan orang tuanya ke Panti Jompo.

Mbah sejak beberapa minggu ada di Sidoarjo, alasannya karena sakit. Dari Madiun dan akhirnya sampai ke rumah dengan kondisi badan yang tidak cukup sehat. Tidak tega juga melihatnya. Kita selalu nurutin apa yang mbah pengen, mau minta dianter kesana- kesini, minta ini itu, pengen tinggal disana-disini, dan semuanya sudah kita lakukan. Tapi ada satu titik puncak untuk keponakan- keponakannya. Saat mbah mulai bicara ngelantur, minta yang tidak mungkin dilakukan oleh keponakan- keponakannya, emosi selalu tidak stabil dan menuntut semuanya untuk mendengarkan keinginannya. Segala cara sudah dilakukan menuruti satu persatu keinginannya, emosinya juga. Kalaupun kami tidak bisa melakukannya, kita berusaha membujuknya dengan segudang janji untuknya. tapi semuanya salah dimatanya, yang benar adalah dirinya, perkataannya, dan keegoisannya.

Mungkin cerita ini biasa saja, tapi orang lain tidak mengerti bagaimana perasaan kami. Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakan orang tua kami. Awalnya aku juga berpikir pasti akan mudah menghadapi ini semua bersama- sama. Yah, kita hanya manusia biasa yang juga memiliki ego, emosi, kesabaran yang cukuplah yah. semua kembali ke Allah ndak ada yang tau kita ikhlas atau g, kita sabar ato g kecuali Allah.

Dan yang saya ambil adalah, mungkin ini ujian kesabaran buat keluarga kami. Agar lebih lebih dan lebih sabar lagi. Seberapa lapang kesabaran kita? *asseeeek* Berdoa terus supaya mbah diberi kesehatan yang baik lagi dan diberikan kesabaran dan keikhlasan yang teramat sangat lapang lagi. Aamiin..